October 17, 2024
Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan semakin banyaknya orang yang mengalami kelebihan berat badan, penting bagi kita untuk memahami apa itu obesitas, apa penyebabnya, dan bagaimana cara menghindarinya. Selain itu, kita juga perlu mengetahui potensi bahaya kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh kondisi ini.
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai fakta medis seputar obesitas yang perlu kamu ketahui. Simak penjelasannya sebagai berikut!
Obesitas adalah kondisi medis ketika seseorang memiliki kelebihan lemak tubuh yang signifikan sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatannya. Indikator yang paling umum digunakan untuk menentukan kondisi ini adalah Indeks Massa Tubuh (IMT).
IMT adalah suatu metode perhitungan berat badan dan tinggi badan seseorang. Untuk menghitung IMT, berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter.
Berdasarkan pendapat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki IMT lebih dari 30, sementara IMT antara 25 hingga 29,9 digolongkan sebagai kelebihan berat badan. Penting untuk diingat bahwa obesitas bukan hanya masalah estetika, tetapi merupakan kondisi yang bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Penyebab kondisi ini sangat beragam dan melibatkan berbagai faktor yang kompleks. Berikut beberapa faktor utama yang dapat menyebabkannya:
Pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula secara berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik, menjadi salah satu penyebab utamanya. Junk food, makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan tinggi kalori adalah beberapa contoh makanan yang dapat memicu kondisi terkait.
Gaya hidup modern yang cenderung kurang bergerak juga berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus obesitas. Kurangnya aktivitas fisik, seperti olahraga atau aktivitas sehari-hari yang melibatkan gerakan tubuh, menyebabkan kalori yang dikonsumsi tidak terbakar, sehingga menumpuk menjadi lemak tubuh.
Faktor keturunan juga dapat memengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengalami obesitas. Jika seseorang memiliki orang tua atau anggota keluarga yang memiliki kondisi ini, risiko mereka untuk mengalami kondisi yang sama juga meningkat.
Beberapa orang memiliki gangguan metabolisme yang membuat tubuh mereka lebih sulit membakar kalori dengan efisien. Kondisi seperti hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) dapat memperlambat metabolisme yang kemudian memicu kenaikan berat badan.
Kondisi emosional, seperti stres, kecemasan, atau depresi, sering kali membuat orang beralih ke makanan sebagai mekanisme koping. Ini dikenal sebagai emotional eating, yakni kondisi seseorang makan bukan karena lapar, melainkan untuk meredakan emosi negatif.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan kelebihan lemak tubuh yang terlihat. Namun, ada beberapa ciri-ciri lainnya yang bisa menjadi indikasi, seperti:
Seseorang yang mengalami obesitas akan menunjukkan kenaikan berat badan yang signifikan, terutama pada bagian perut, pinggul, dan paha.
Orang dengan kondisi ini cenderung merasa lebih mudah lelah dan sesak napas, terutama saat beraktivitas ringan atau sedang. Ini karena jaringan lemak yang berlebih dapat mempengaruhi fungsi paru-paru dan kapasitas pernapasan.
Beban tambahan akibat kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan ekstra pada sendi-sendi tubuh, terutama di lutut, punggung, dan pinggul. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada sendi.
Orang yang mengalami kondisi ini sering merasa cepat lelah, bahkan saat melakukan aktivitas yang ringan sekalipun. Hal ini disebabkan oleh penurunan efisiensi tubuh dalam menggunakan energi.
Kondisi tubuh ini bukan hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga membawa berbagai risiko kesehatan yang serius. Beberapa komplikasi medis yang dapat timbul, antara lain:
Orang yang obesitas berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, dan serangan jantung. Kelebihan lemak tubuh dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, yang kemudian menghambat aliran darah ke jantung.
Kondisi ini adalah salah satu faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. Kelebihan lemak di tubuh dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan efektif, yang menyebabkan gula darah meningkat.
Sleep apnea adalah kondisi di mana pernapasan seseorang berhenti sejenak selama tidur. Orang dengan obesitas cenderung memiliki kelebihan lemak di sekitar leher, yang dapat menghambat jalan napas dan menyebabkan sleep apnea.
Kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada sendi, yang dapat mempercepat kerusakan pada tulang rawan sendi dan menyebabkan osteoartritis, terutama pada lutut dan pinggul.
Jawabannya jelas: ya.
Obesitas dapat membawa banyak masalah kesehatan yang serius dan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan benar. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, baik dari segi fisik maupun mental.
Pencegahan kondisi ini bukanlah hal yang mustahil. Berikut beberapa tips yang bisa membantu kamu menjaga berat badan ideal dan mengurangi risiko masalah kesehatan:
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu dapat menghindari obesitas dan menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Selain itu, kamu juga dapat melakukan konsultasi dengan dokter gizi untuk membahas hal ini lebih lanjut dan mendapatkan bantuan profesional yang tepat.
Klinik Utama Oratio hadir untuk memberikan perawatan terbaik untuk Anda dan seluruh anggota keluarga Anda. Dengan lokasi yang nyaman, strategis serta layanan berstandar internasional. Dapatkan perawatan terbaik hanya di Klinik Utama Oratio.
Kontak Kami
Jalan Trunojoyo no.14, Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
(022) 4239948
+62 878 2228 2077
Jl. Dr. Cipto No 5, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40171
(022) 4231987
+62 877 9878 7788