
Ketika masalah gigi menghampiri, keinginan untuk segera mencari pertolongan dari ahli gigi terdekat tentu menjadi prioritas. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan perawatan, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu ahli gigi dan bagaimana perannya berbeda dengan dokter gigi.
Pengetahuan tersebut akan membantumu memilih tenaga kesehatan gigi yang tepat sesuai dengan kebutuhanmu. Mau tahu apa saja informasi pentingnya? Yuk, simak pembahasan berikut ini!
Secara sederhana, ahli gigi adalah tenaga ahli yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut dasar. Mereka biasanya belajar secara otodidak atau melalui pelatihan informal, sehingga pelayanan atau tindakan medis yang diberikan pun terbatas.
Meski demikian, ahli gigi terdekat menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat yang ingin melakukan tindakan medis yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini juga sesekali menjadi perdebatan di dunia medis terkait keabsahannya. Makanya, kamu perlu mengetahui lebih lanjut aturan praktik dan perbedaannya dengan dokter gigi.
Aturan praktik ahli gigi dimuat pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengawasan Dan Perizinan, Pekerjaan Tukang Gigi atau Permenkes 39/2014. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Permenkes 39/2014, tukang gigi adalah setiap orang yang mempunyai kemampuan membuat dan memasang gigi tiruan lepasan.
Aturan itu disebut Izin Tukang Gigi, berlaku selama 2 tahun, dan dapat diperpanjang. Peraturannya pun bertujuan untuk melindungi masyarakat dan memastikan bahwa pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan.
Pada Pasal 6 Ayat 1 Permenkes 39/2014, pekerjaan tukang gigi atau ahli gigi terdekat hanya dapat dilakukan jika:
Tindakan medis tukang gigi pun telah dibatasi dan diatur pada Pasal 6 Ayat 2 Permenkes 39/2014 yang meliputi:
Berdasarkan aturan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ahli gigi atau tukang gigi terdekat memiliki keterbatasan pada perawatan giginya. Hal ini jugalah yang menjadikannya berbeda dengan dokter gigi.
Meskipun sama-sama berkecimpung di dunia kesehatan gigi, ahli gigi terdekat dan dokter gigi memiliki perbedaan mendasar dalam beberapa aspek:
Perbedaan paling signifikan terletak pada jenjang pendidikan formal yang ditempuh. Ahli gigi umumnya tidak menempuh pendidikan formal di bidang kesehatan gigi. Sementara itu, dokter gigi menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran gigi dan program profesi dokter gigi yang jauh lebih mendalam dan komprehensif.
Setelah menyelesaikan pendidikan, dokter gigi akan melalui proses sertifikasi dan mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) dokter gigi. Dokter gigi memiliki kualifikasi yang lebih luas untuk menangani berbagai kasus kesehatan gigi dan mulut, termasuk yang kompleks dan memerlukan tindakan bedah. Kompetensi ini tentunya tidak dimiliki oleh ahli gigi terdekat.
Karena perbedaan pendidikan dan kualifikasi, tindakan medis yang dapat dilakukan oleh ahli gigi dan dokter gigi juga berbeda. Ahli gigi fokus pada tindakan dasar, seperti membuat gigi tiruan.
Di sisi lain, dokter gigi memiliki kompetensi untuk melakukan perawatan yang lebih kompleks, seperti perawatan saluran akar, pemasangan implan gigi, bedah mulut, perawatan ortodonti (behel), serta menangani kasus-kasus penyakit gusi yang parah. Jadi, jika kamu mencari “ahli gigi terdekat” untuk masalah yang kompleks, mungkin dokter gigi adalah pilihan yang lebih tepat.
Dengan memilih ahli gigi terdekat tanpa mempertimbangkan kompetensi dan batasan praktiknya, tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan risiko. Jika masalah gigimu memerlukan penanganan yang lebih spesifik dan kompleks, ahli gigi mungkin tidak memiliki keahlian yang memadai. Hal ini berpotensi menyebabkan penanganan yang tidak tepat, komplikasi, bahkan memperburuk kondisi kesehatan gigimu.
Ditambah lagi, terdapat berbagai kasus kesehatan gigi yang marak terjadi akibat salah tindakan dan diagnosis di ahli gigi. Oleh karena itu, berkunjung dan berkonsultasi dengan klinik gigi akan sangat direkomendasikan apabila kamu ingin menjaga atau memiliki keluhan terkait kesehatan gigi.
Pemasangan gigi tiruan lepasan sederhana umumnya masih dalam batas kompetensi ahli gigi terdekat. Namun, untuk pemasangan gigi palsu yang lebih kompleks seperti gigi tiruan cekat (bridge) atau implan gigi, tindakan ini memerlukan keahlian dokter gigi spesialis prostodonsia atau bedah mulut.
Jika kamu mempertimbangkan pemasangan gigi palsu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dan aman, ya.
Perlu diketahui bahwa mencari ahli gigi terdekat memang praktis, namun selalu utamakan keamanan dan efektivitas perawatan. Kenali perbedaan antara ahli gigi dan dokter gigi agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat untuk kesehatan gigi dan mulutmu.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi jika kamu memiliki masalah gigi yang kompleks atau memerlukan tindakan medis yang lebih spesifik. Kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang, jadi pilihlah tenaga kesehatan gigi yang kompeten dan tepercaya.
Untuk perawatan dan penanganan gigi yang nyaman, aman, dan tepat, kamu bisa andalkan Klinik Gigi Oratio Fide, ya. Rekomendasi klinik gigi di Bandung tepercaya!
Klinik Utama Oratio hadir untuk memberikan perawatan terbaik untuk Anda dan seluruh anggota keluarga Anda. Dengan lokasi yang nyaman, strategis serta layanan berstandar internasional. Dapatkan perawatan terbaik hanya di Klinik Utama Oratio.
Kontak Kami

Jalan Trunojoyo no.14, Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
(022) 4239948
+62 878 2228 2077

Jl. Dr. Cipto No 5, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40171
(022) 4231987
+62 877 9878 7788